Senin 2 september 2019, Setiap hari stasiun KA bekasi selalu dipadati pengunjung yang hendak berangkat kerja berhenti di stasiun berikutnya atau berangkat pulang kampung ke luar kota.
Dirasa lebih cepat dan murah kereta api menjadi pilihan. Salah seorang penumpang KA bernama Angga(22) mengaku setiap sebulan sekali harus pulang ke kampungnya di Bogor menggunakan kerata api dari stasiun Bekasi.
"Kereta dari bekasi selalu penuh, jarang kalau pagi gini dapet tempat duduk di dalam kereta, palingan nanti di Bogor baru bisa duduk. tapi harus transit sekali di manggarai dan itu biasnya masih harus berdiri juga." tambah Angga.
Harga tiket yang terjangkau membuat orang menyukai mengunakan Kereta api, Harga tiket KA jurusan Bekasi ke Bogor yaitu 7.000 rupiah, hal itu dirasa Angga sangat murah dari pada ia harus menggunakan bus yang harga tiketnya mencapai 30.000 rupiah.
"gak papa lah berdiri sebentar doang, lagian saya sering naik kereta jadi udah biasa dari pada naik bus lama, macet dan ongkosnya lumayan mahal" katanya.
Seorang penumpang lain yang hendak pergi ke Palmerah, Jakarta harus mengambiskan toket pulang pergi sejumlah 15.000 rupiah.
Doni mengatakan "Saya dua minggu sekali ke Palmerah cuma pakai tiket 15.000 sudah pergi sama pulang"
Harga tiket yang terjangkau menjadikan kereta api sebagai alat transfortasi yg lebih efisien dan terhindar dari kemacetan.
Saturday, 19 October 2019
Ojek Online Subadi, Tak Pernah Libur
Ialah Subadi, 47 tahun warga Vila Dua, Tambun, Bekasi Timur merupakan pengendara ojek online yang sangat rajin, meski memiliki pwkerjaan tetap ia tetap mengojek online, demi mencukupi kebutuhan keluarganya.
Hari sabtu dan minggu yang seharusnya libur, ia jadikan waktu untuk mengais rezeki tambahan sebagai tukang ojek online, Meski mendapat penghasilan yang pas-pasan karena saingan semakin banyak ia mengaku selalu bersyukur.
Subadi menambahkan "sekarang dapatnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, kalo dulu enak, gampang dapat orderan."
Sudah 3 tahun ia menjadi pengendara ojek online, karena sering narik dan usia yang sudah terbilang tidak muda lagi ia sering merasa cepat lelah dan pulang lebih awal.
Hari senin sampai dengan jumat ia bekerja sebagai pengontrol sales penjualan di salah satu perusahaan swasta di daerah Pulo Gadung, dan merupakan pekerjaan sebelumnya.
Semua pekerjaan itu ia lakukan demi ke tiga anaknya yang masing-masing duduk di kelas 11 SMA, kelas 7 SMP dan satu orang sudah tamat dan belum bekerja, sedangkan istri mengurus rumah tangga.
Pengemudi yang berbasecame di Naga Tambun ini berharap agar semua pengemudi ojek pangkalan bergabung dengan online dan bisa maju bersama dan teknologi semakin memudahkan untuk ia dan teman-temanya mencari rezeki.
Hari sabtu dan minggu yang seharusnya libur, ia jadikan waktu untuk mengais rezeki tambahan sebagai tukang ojek online, Meski mendapat penghasilan yang pas-pasan karena saingan semakin banyak ia mengaku selalu bersyukur.
Subadi menambahkan "sekarang dapatnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, kalo dulu enak, gampang dapat orderan."
Sudah 3 tahun ia menjadi pengendara ojek online, karena sering narik dan usia yang sudah terbilang tidak muda lagi ia sering merasa cepat lelah dan pulang lebih awal.
Hari senin sampai dengan jumat ia bekerja sebagai pengontrol sales penjualan di salah satu perusahaan swasta di daerah Pulo Gadung, dan merupakan pekerjaan sebelumnya.
Semua pekerjaan itu ia lakukan demi ke tiga anaknya yang masing-masing duduk di kelas 11 SMA, kelas 7 SMP dan satu orang sudah tamat dan belum bekerja, sedangkan istri mengurus rumah tangga.
Pengemudi yang berbasecame di Naga Tambun ini berharap agar semua pengemudi ojek pangkalan bergabung dengan online dan bisa maju bersama dan teknologi semakin memudahkan untuk ia dan teman-temanya mencari rezeki.
Harga Tiket Primajasa Di Terminal Bekasi
Hari biasa harga tiket bus stabil, tidak ada kenaikan. Yanda seorang penumpang asal Banten mengaku harga tiket masih terbipang wajar. "saya dari Bekasi ke Majalengka harga tiket ekonomi 65.000 kalo harga eksekutif 80.000." tambahnya.
Meski terbilang wajar suatu saat harga tiket akan mengalami kenaikan pada hari-hari tertentu.
"ya kita naiknya dihari hari besar tertentu saja" tambah supir bus bernama Danang.
terlihat dari pantauan, terminal Bekasi selalu dipadati oleh pengunjung untuk naik bus ke berbagai jurusan
Harapan dan Semangat Supir Bus Primajasa.
Danang 54 tahun seorang supir bus Primajasa jurusan Bekasi-Majalengka warga asal Majalengka sudah menjadi supir sejak 1988.
Di usia tuanya ini, Ia berharap bisa sehat menyupir dan dikasi kepercayaan untuk menjadi supir bus di perusahaannya sekarang.
Seharian ia bersama kondekturnya bernama Dadang hanya mampu menyelesaikan satu ride dari Cikijing ke Bekasi dan Bekasi ke Cikijing.
Pria yang mengaku senang karena setiap harinya dapat pulang ke rumah, juga memliki usaha lain yang dikerjakan dengan istrinya berjualan warung kelontong dirumah.
"harapan dalam waktu dekat ini, kalau gak mau bawa mobil bus palingan ya jualan" kata Danang.
Meski trayek ini baru sudah berjalan delapan dan sepi penumpang ia tetap mengambil trayek ini karena dekat sama kampungnya di Majalengka. Sebelumnya ia di Bus ini mengambil trayek Merak- Kampung Rambutan
"trayek ini bisa lewat depan rumah, udah capeklah dikota terus, terlalu banyak macetnya" tambah Danang.
Supir yang bukan perokok ini, jam lima pagi sudah harus menunggu penumpang di terminal Cikijing dengan tujuan Bekasi. Rahasia tetap fitnya dijalan ialah dengan harus mengkonsumsi cemilan atau permen di jalan sewaktu kurang konsentrasi.
Meski yang ia bawa termasuk bus baru dan modern, bus tidak dilengkapi toilet, namun penumpang tidak usah kawatir karena bus akan berhenti 3 kali untuk melakukan pengecekan dan agar penumpang beristirahat.
Ayah dari dua orang yang masing-masing anaknya sudah berkeluarga ini mendapatkan hasil yang tidak menentu sehari-harinya
ia menjelaskan "bersih 200000 sehari kalau lagi sepi. 400000 lah bagi dua sama kondektur, palingan hari jumat, sabtu, minggu bisa diandelin."
Hasil yang mereka dapat ialah sebesar 15 persen dibagi untuk supir dan kondektu dari pendapatan seharian membawa penumpang.
Jatah libur mereka ialah 20 hari kerja, 10 hari libur sekali dalam sebulan.
Walau seharian di jalanan, Supir dan kondektur Primajasa ini tetap rapi berseragam batik merah bermotif dan bertulisan Primajasa.
Sebelumnya dia menjadi supir bus Mayasari jurusan Pulo Gadung- Celilitan kemidian berpindah pindah sampai akrirnya di bus yg ini.
Di usia tuanya ini, Ia berharap bisa sehat menyupir dan dikasi kepercayaan untuk menjadi supir bus di perusahaannya sekarang.
Seharian ia bersama kondekturnya bernama Dadang hanya mampu menyelesaikan satu ride dari Cikijing ke Bekasi dan Bekasi ke Cikijing.
Pria yang mengaku senang karena setiap harinya dapat pulang ke rumah, juga memliki usaha lain yang dikerjakan dengan istrinya berjualan warung kelontong dirumah.
"harapan dalam waktu dekat ini, kalau gak mau bawa mobil bus palingan ya jualan" kata Danang.
Meski trayek ini baru sudah berjalan delapan dan sepi penumpang ia tetap mengambil trayek ini karena dekat sama kampungnya di Majalengka. Sebelumnya ia di Bus ini mengambil trayek Merak- Kampung Rambutan
"trayek ini bisa lewat depan rumah, udah capeklah dikota terus, terlalu banyak macetnya" tambah Danang.
Supir yang bukan perokok ini, jam lima pagi sudah harus menunggu penumpang di terminal Cikijing dengan tujuan Bekasi. Rahasia tetap fitnya dijalan ialah dengan harus mengkonsumsi cemilan atau permen di jalan sewaktu kurang konsentrasi.
Meski yang ia bawa termasuk bus baru dan modern, bus tidak dilengkapi toilet, namun penumpang tidak usah kawatir karena bus akan berhenti 3 kali untuk melakukan pengecekan dan agar penumpang beristirahat.
Ayah dari dua orang yang masing-masing anaknya sudah berkeluarga ini mendapatkan hasil yang tidak menentu sehari-harinya
ia menjelaskan "bersih 200000 sehari kalau lagi sepi. 400000 lah bagi dua sama kondektur, palingan hari jumat, sabtu, minggu bisa diandelin."
Hasil yang mereka dapat ialah sebesar 15 persen dibagi untuk supir dan kondektu dari pendapatan seharian membawa penumpang.
Jatah libur mereka ialah 20 hari kerja, 10 hari libur sekali dalam sebulan.
Walau seharian di jalanan, Supir dan kondektur Primajasa ini tetap rapi berseragam batik merah bermotif dan bertulisan Primajasa.
Sebelumnya dia menjadi supir bus Mayasari jurusan Pulo Gadung- Celilitan kemidian berpindah pindah sampai akrirnya di bus yg ini.
Kakek Naruto Ojek Pangkalan Yang Bertahan
Ialah Naruto, 60 tahun warga Pula Kapal, Jati Mulia, sehari-hari tetap menjadi pengendara ojek pangkalan yang rajin di pangkalan ojek stasiun Bekasi Timur, demi mencukupi kebutuhan walau sudah banyak ojek yang menjadi online.
Di usia yg terbilang sudah tidak muda lagi ia selalu berharap agar mendapat anteran dekat dan bayarannya gede. dan berharap di stasiun selalu diberikan terus izin ngojek di kawawan Stasiun Bekasi Timur ini"
Naruto menambahkan "sekarang penumpangnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, penumpang kami cuma orang-orang yang hpnya eror arau orang tua tua yg gak pakai aplikasi"
Meskipun ada aplikasi untuk ojek online dia dan 10 temannya masi tetap bertahan pada ojek pangkalan. Sudah 2 tahun ia mangkal di stasiun, sebelumnya ia mangkal di pangkalan Pula Kapal, Jati Mulia dekat rumahnya.
"Paling jauh antaran dari stasiun sini ke terminal Pulo Gebang dengan ongkos 50.000" tambahnya.
Istrinya merupakan pembuat aneka pesanan kue di rumahnya, dan ketiga anaknya sudah lepas tanggunangan, meski anaknya sudah sukses dia terus ngojek untuk mengisi waktu luang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Terdapat 10 orang pengemudi ojek pangkalan yang mangkal di Stasiun Bekasi Timur, mereka terdiri dari orang-orang tua yang rata-rata berumur 60 tahun, ada juga yang berumur 35 tahun.
Di usia yg terbilang sudah tidak muda lagi ia selalu berharap agar mendapat anteran dekat dan bayarannya gede. dan berharap di stasiun selalu diberikan terus izin ngojek di kawawan Stasiun Bekasi Timur ini"
Naruto menambahkan "sekarang penumpangnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, penumpang kami cuma orang-orang yang hpnya eror arau orang tua tua yg gak pakai aplikasi"
Meskipun ada aplikasi untuk ojek online dia dan 10 temannya masi tetap bertahan pada ojek pangkalan. Sudah 2 tahun ia mangkal di stasiun, sebelumnya ia mangkal di pangkalan Pula Kapal, Jati Mulia dekat rumahnya.
"Paling jauh antaran dari stasiun sini ke terminal Pulo Gebang dengan ongkos 50.000" tambahnya.
Istrinya merupakan pembuat aneka pesanan kue di rumahnya, dan ketiga anaknya sudah lepas tanggunangan, meski anaknya sudah sukses dia terus ngojek untuk mengisi waktu luang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Terdapat 10 orang pengemudi ojek pangkalan yang mangkal di Stasiun Bekasi Timur, mereka terdiri dari orang-orang tua yang rata-rata berumur 60 tahun, ada juga yang berumur 35 tahun.
Friday, 6 April 2018
PUISI "WAWAK INDONESIA"
Puisi ini merupakan balasan dai puisi Ibu Sukmawati Soekarnoputri, puisi dirinya sangat hitz. ini merupakan bagian ungkapan kekesalan setelah mendengar puisi dari Sukmawati. Puisinya sangat menghina agama saya. saya benci dia.
Tuesday, 4 August 2015
Kuala Paret
Niat dadakan bukan berarti semua serba berantakan dan terburu-buru, hari kamis sewaktu saya jaga kebon rambutan, sepupu saya datang, dan kami ngobrol sambil makan rambutan, saya dan sepupu saya kebetulan memiliki hubungan yang dekat dan memiliki hobi yang sama sebagai anak laki-laki sejati, hobinya adalah maen kereta tua ( montor kalo di sebagian daerah ). Mulkan nama sepupu saya, dia juga meiliki teman dan temannya juga temenan dengan saya dan juga meiliki kesukaan yang sama, kereta tua juga. temannya kami namanya Agus, dia kepingin sekali jalan-jalan dengan kereta tua modifikasi caferacer miliknya dengan tujuan Banda Aceh, dia sering lihat tempat wisata keren di sana dan pingin mengunjunginya, tapi kami temanya yang selalu di ajaknya ini pasti banyak alasan, mulai dari kuliah, gak da uang, kereta gak siap, ya maklomlah kereta botot. Mengenai hal ngobrol-ngobrol di kebon, saya celoteh. "ke Kuala Paret kita yok!kita nginap di sana pakek tenda.", ajakku kepada Mulkan, "oke sabtu ni ya, kita bawa pesan damai ke sana ya!" .
Malam harinya aku mulai mengumpulkan pasukan dari banyak orang hingga yang fix pergi ternyata enam orang dengan empat unit kereta modifikasi aneh.
Persiapan, perlengkapan dan pengetahuan jalan kami kumpulkan mulai dari bertanyak tanyak, baca- baca hinga semualah kami lakukan agar kami bisa camping dengan benar dan nyaman di jalan.
Hari sabtu, semua pasukan berkumpul dirumahku untuk bergerak bersama ke desa Kaloy, kec. Tamiang Hulu dengan tujuan utama yaitu tempat wisata Kuala Paret yang difoto orang-orang kelihatan indah. pukul 11 lewat kami brangkat, engkol kreta buang gas, masok gigik, langsung tancap ke perhentian selanjutnya ke SPBU Seumadam untuk mengisi stok bahan bakar. lanjut lagi belanja keperluan seperti air minum, autan, mie instan, alat pancing, rokok, bahkan obat-obatan yang jika diperlukan.
Rute melewati perkampungan, pasar, hingga kebun dan hutan. Rute akhir yaitu kebun sawit, yang terdapat banyak sekali persimpangan, kami menemui pos satpam untuk lapor keberadaan kami, jikalau ada yang kenapa kenapa nanti tau apa ya kan,. perjalanan lanjut trus kemudian menjumpai kantor kebun tersebut dan kami menjumpai penjaganya dan menyakan hal-hal yang apa yang antinya akan kami hindarkan dan wejangan apa yang harus kami lakukan agar kami selamat dan diberi kenyamanan camping.
Kami beruntung, ternyata kami menjadi orang dari luar kebun pertama kali yang menginap di Kuala Paret tersebut, biasanya kata orangh situ, yang menginap hanya warga setempat yang memancing ikan saja, itupun hanya bermalam untuk mancing.
Setelah mengobrol lama di pos penjagaaan kantor dengan penjaga kami di bawa oleh pekerja yang aktif mengurus keperluan masyarakat pekerja disitu, abang Beni namanya, lelaki tambun mengendarai kereta trak kebun miliknya, dia menyapa kami. " mau ke Paret ya?, yuk ikut saya, sekalian mau data KTP", kebetulan abang Beni juga ingin pergi bertujuan untuk mengumpulkan KTP masyarakat yang mau masuk listrik daerah tersebut sambil berjalan ke arah tempat wisata Kuala Paret, jadi kami mengikut ngekor dibelakang kereta dia sampai betul betul nyampek ke wisata Kuala Paret tersebut pukul empat sore lewat gitu.
Percakapan singkat mengenai tempat wisata ini pun terjadi, kami diingatkan jika hujan segera cari tempat aman ya, karena air bah bisa datang kapan saja tanpa ada tanda-tanda.
setelah ngobrol kami turun ke bawah tebing menuju parit indah yang kami lihat di Instagram - instagram itu, jarak menuruni tebing curam sekitar 50 meter gitu, jalanya licin dan curam, kalo teman teman turun hati hati aja ya...
pemandangan indah menyambut kami, padahal baru setengah perjalanan menuruni tebing itu, gemuruh air yang mengalir kencang seakan membuat ramai suasana sepi kebun sore itu, yaa.. cuma kami yang ada disitu enam orang anak manusia yang tidak pernah kesitu sebelumnya, sungguh ciptaan tuhan yang luar biasa, batu besar yang di aliri air seakan menghipnotis kami, tempat ini keren ya Tuhann....
kami menyusuri semua seluk beluk batu Kuala Paret itu tanpa sedikit pun terlewatkan, kami mencari ranting kayu untuk memancing, rencananya mau bakar ikan pas malamnya tau paginya gitu, sampe pagi rupanya ikannya gak ada yang dapat. hahahahaa....
menjelang pukul 17.00 kami naik ke parkiran sekitar pondok gunuk gitu, kami mulai mempersiapkan tempat istirahay dan pengapian serta mempersipakan untuk keperluan makan kami. di pondok dengan menggunakan alat seadanya kami mulai memasak nasi, memasak mie instan, memanaslkan air untuk ngopi, serta memanggang ayam untuk aktivitas malam yangpanjang dihutan.
Hidup tanpa sinyal handpone, itulah yang kami rasakan selama sehari di Kuala Paret. kita ada di seberang hutan belantara dan ujung desa di Aceh Tamiang, jangan harap ada sinyal lah.. hahaa.. handpone dijamin awet batrenya walaupun lagu lagu dihidupkan dan kamera dipakek untuk foto foto.
Malam hari bulan bersinar terang, kebetulan kemarin sebelum kami hari itu telah terjadi blue moon yaitu bulan bersinar terang terangnya. perapian memercikkan suara kayu lembab yang mencoba terbakar di depan tempat kami tidur, aktivitas malam hanya diisi dengan bercerita, memarakkan api, foto-foto bulan, serta mendengarkan lagu..
![]() |
| Keren |
Harimau, suara harimau diantara gemuruh air tidak membuat kami takut, entah kenapa ya, rasanya alam sangat bersahabat dengan kami, suara burung malam, serta sesekali terdengar letusan merecon spritus pengusir babi yang hampir mirip letusan pistol dikejauhan. Merecon itu digunakan untuk menakut nakuti babi yang dianggap mengganggu pohon sawit kebun.
Tidur malam, entah tidur entah tidak kami di situ, udara dingin sangat sejuk itu yang kamib rasakan dari malam hingga pagi menjelang, nyabuk sewaktu malam tidak ada, eh malah pas paginya banyak nyamuk, terpaksa saling menepook tepok nyamuk lah kami ni. hahaa
Pagi hari kabut mulai kelihatan, sinaran matahari mengoyak malam, embun didaunan seakan menimbulkan efek kilatan berkilau, hooo.. indahnya men..
semua penghuni pondok harus menuruni tebing kembali untuk mencuci muka dan bersih-bersih keperluan masak makan, mengambil air serta menjenguk pancing yang kami taruh, rupanya gak dapat ikan. hahaaa.. naik lagi deh ketebing, naeik tebing itu sangat menguras tenaga loh, dua kali naek turun tebing langsung jadi otot paha sama betis awak bah... hahaa
di atas kami mulai msaka nasi, ngopi dan masak mie untuk sarapan sekaligus dimasak untuk makan siang. sarapan di temani secangkir kopi susu dengan memandang hamparan hijau yang luas sangat kenyang rasanya mata dan perut ini. hahaaa
pukul 9.00 pagi banyak pengunjung yang datang kebetulan hari itu minggu, pengunjung yang datang beragam, mulai dari warga setempat yang ingin mancing serta wisatawan dari luar, belum ada wisatawan mancanegaranya mungkin nie, kita doakan saja semoga Aceh Tamiang semakin dikenal dan banyak wisatawannya.
![]() | |
| Ini air dan patirnya Kuala Paret. |
Sebelum pulang kami mengutip sampah yang berserakan dan membakarnya dipengapian malam yang tersisa sedikit, biar Kuala Paret tetap ramai pengunjung dan menjadi tempat wisata favorit tempatnya harus selalu bersih dan terjaga dong ya...
Pas jalan pulang kami tersesat musing-musing kebon situ situ aja selama satu jam juga, kebetulan minggu dikebuntulan tidak ada orang yang kerja, dan kami jalan deh sendiri, hingga menjumpai barak perkerja baru nanyak jalan pulang dengan orang oarang disitu, pokoknya pulang kami banyak tanyak lah, kepo kata orang orang.. hahahaa
ini akibatnya karena kami pergi dibawa bang Beni, makanya pulangnya pun gak bisa pulang mandiri, akibatnya nyasar deh. hahaaa...
Alhamdulillah sebelum gelap kami sudah tiba di kota KualaSimpang dengan selamat.
begitulah cerita kita anak geng motor yang camping di samping rimba #KualaParet.
![]() |
| Anak geng motor men.. :v |
![]() |
| Tebing Kuala Paret, Abrar, Mulkan, Awak |
![]() | |
| Selfie pas baru bangun tidur background pemandangan |
Subscribe to:
Posts (Atom)






