Selasa, 3 september 2019. Setiap hari, jembatan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, tepatnya yang berada di atas Tol Jakarta Cikampek dipadati penguna jalan, baik roda dua, roda empat juga pejalan kaki.
Jembatan yang sempit dan menikung pada sisi sebelah ujung jembatan, membuat kendaraan roda empat harus secara bergantian masuk dan keluar jembatan dengan dibantu warga yang berjaga untuk mengatur keluar masuknya kendaraan.
dari pantauan, terlihat cermin jalan yang sudah putus dari tiangnya. hal ini membuat warga secara bergantian untuk mengatur kenderaan yang hendak melewati jembatan itu.
Yudis seorang pengatur jalan menjelaskan, "kami bergantian setiap setengah jam atau satu jam sekali di sini bersama teman yang lain, dibayarnya seiklas aja sama orang-orang"
Seorang penguna jalan juga berharap "harusnya tikungan ini diperluas lagi atau jembatan dilebarin gitu, biar gak gantian keluar masuk sampai penuh kenderaan, macet begini kadang"Ungkap Zahra.
Jembatan ini juga merupakan jalan utama yang menghubungkan Pengasinan ke daerah lain.
Sunday, 20 October 2019
Saturday, 19 October 2019
Lansia Registrasi Reduksi di Stasiun Bekasi
Sejumlah lansia mengantri intuk registrasi Reduksi(tarif berdiscount), di stasiun Bekasi, Senin 2 September 2019.
E-KTP lansia yang sudah memasuki usia 60 tahun dan sudah registrasi Reduksi, maka pembelian tiket akan secara otomatis mendapat potongan 20 persen.
Seorang penumpang lansia yg hendak pergi ke Surabaya bernama Jatima(65) mengaku "biasa menggunakan KA kelas ekonomi seharga 175 ribu, ini mendapat potongan gak tau saya berapa jadinya, tapi ya lumayan membantu menghemat, ada potongan yg penting"
Layanan ini bersdiscount ini hanya untuk penumpang seperti lansia, TNI/Polri, veteran, dan wartawan.
Registrasi bisa dilakakukan 3 jam sebelum keberangkatan kereta di custumer servis.
Setiap hari loket registrasi reduksi di stasiun Bekasi hanya mampu melayani 500 pendaftar, dengan dua orang tenaga pelayanan registrasi.
E-KTP lansia yang sudah memasuki usia 60 tahun dan sudah registrasi Reduksi, maka pembelian tiket akan secara otomatis mendapat potongan 20 persen.
Seorang penumpang lansia yg hendak pergi ke Surabaya bernama Jatima(65) mengaku "biasa menggunakan KA kelas ekonomi seharga 175 ribu, ini mendapat potongan gak tau saya berapa jadinya, tapi ya lumayan membantu menghemat, ada potongan yg penting"
Layanan ini bersdiscount ini hanya untuk penumpang seperti lansia, TNI/Polri, veteran, dan wartawan.
Registrasi bisa dilakakukan 3 jam sebelum keberangkatan kereta di custumer servis.
Setiap hari loket registrasi reduksi di stasiun Bekasi hanya mampu melayani 500 pendaftar, dengan dua orang tenaga pelayanan registrasi.
Stasiun KA Bekasi pagi hari padat.
Senin 2 september 2019, Setiap hari stasiun KA bekasi selalu dipadati pengunjung yang hendak berangkat kerja berhenti di stasiun berikutnya atau berangkat pulang kampung ke luar kota.
Dirasa lebih cepat dan murah kereta api menjadi pilihan. Salah seorang penumpang KA bernama Angga(22) mengaku setiap sebulan sekali harus pulang ke kampungnya di Bogor menggunakan kerata api dari stasiun Bekasi.
"Kereta dari bekasi selalu penuh, jarang kalau pagi gini dapet tempat duduk di dalam kereta, palingan nanti di Bogor baru bisa duduk. tapi harus transit sekali di manggarai dan itu biasnya masih harus berdiri juga." tambah Angga.
Harga tiket yang terjangkau membuat orang menyukai mengunakan Kereta api, Harga tiket KA jurusan Bekasi ke Bogor yaitu 7.000 rupiah, hal itu dirasa Angga sangat murah dari pada ia harus menggunakan bus yang harga tiketnya mencapai 30.000 rupiah.
"gak papa lah berdiri sebentar doang, lagian saya sering naik kereta jadi udah biasa dari pada naik bus lama, macet dan ongkosnya lumayan mahal" katanya.
Seorang penumpang lain yang hendak pergi ke Palmerah, Jakarta harus mengambiskan toket pulang pergi sejumlah 15.000 rupiah.
Doni mengatakan "Saya dua minggu sekali ke Palmerah cuma pakai tiket 15.000 sudah pergi sama pulang"
Harga tiket yang terjangkau menjadikan kereta api sebagai alat transfortasi yg lebih efisien dan terhindar dari kemacetan.
Dirasa lebih cepat dan murah kereta api menjadi pilihan. Salah seorang penumpang KA bernama Angga(22) mengaku setiap sebulan sekali harus pulang ke kampungnya di Bogor menggunakan kerata api dari stasiun Bekasi.
"Kereta dari bekasi selalu penuh, jarang kalau pagi gini dapet tempat duduk di dalam kereta, palingan nanti di Bogor baru bisa duduk. tapi harus transit sekali di manggarai dan itu biasnya masih harus berdiri juga." tambah Angga.
Harga tiket yang terjangkau membuat orang menyukai mengunakan Kereta api, Harga tiket KA jurusan Bekasi ke Bogor yaitu 7.000 rupiah, hal itu dirasa Angga sangat murah dari pada ia harus menggunakan bus yang harga tiketnya mencapai 30.000 rupiah.
"gak papa lah berdiri sebentar doang, lagian saya sering naik kereta jadi udah biasa dari pada naik bus lama, macet dan ongkosnya lumayan mahal" katanya.
Seorang penumpang lain yang hendak pergi ke Palmerah, Jakarta harus mengambiskan toket pulang pergi sejumlah 15.000 rupiah.
Doni mengatakan "Saya dua minggu sekali ke Palmerah cuma pakai tiket 15.000 sudah pergi sama pulang"
Harga tiket yang terjangkau menjadikan kereta api sebagai alat transfortasi yg lebih efisien dan terhindar dari kemacetan.
Ojek Online Subadi, Tak Pernah Libur
Ialah Subadi, 47 tahun warga Vila Dua, Tambun, Bekasi Timur merupakan pengendara ojek online yang sangat rajin, meski memiliki pwkerjaan tetap ia tetap mengojek online, demi mencukupi kebutuhan keluarganya.
Hari sabtu dan minggu yang seharusnya libur, ia jadikan waktu untuk mengais rezeki tambahan sebagai tukang ojek online, Meski mendapat penghasilan yang pas-pasan karena saingan semakin banyak ia mengaku selalu bersyukur.
Subadi menambahkan "sekarang dapatnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, kalo dulu enak, gampang dapat orderan."
Sudah 3 tahun ia menjadi pengendara ojek online, karena sering narik dan usia yang sudah terbilang tidak muda lagi ia sering merasa cepat lelah dan pulang lebih awal.
Hari senin sampai dengan jumat ia bekerja sebagai pengontrol sales penjualan di salah satu perusahaan swasta di daerah Pulo Gadung, dan merupakan pekerjaan sebelumnya.
Semua pekerjaan itu ia lakukan demi ke tiga anaknya yang masing-masing duduk di kelas 11 SMA, kelas 7 SMP dan satu orang sudah tamat dan belum bekerja, sedangkan istri mengurus rumah tangga.
Pengemudi yang berbasecame di Naga Tambun ini berharap agar semua pengemudi ojek pangkalan bergabung dengan online dan bisa maju bersama dan teknologi semakin memudahkan untuk ia dan teman-temanya mencari rezeki.
Hari sabtu dan minggu yang seharusnya libur, ia jadikan waktu untuk mengais rezeki tambahan sebagai tukang ojek online, Meski mendapat penghasilan yang pas-pasan karena saingan semakin banyak ia mengaku selalu bersyukur.
Subadi menambahkan "sekarang dapatnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, kalo dulu enak, gampang dapat orderan."
Sudah 3 tahun ia menjadi pengendara ojek online, karena sering narik dan usia yang sudah terbilang tidak muda lagi ia sering merasa cepat lelah dan pulang lebih awal.
Hari senin sampai dengan jumat ia bekerja sebagai pengontrol sales penjualan di salah satu perusahaan swasta di daerah Pulo Gadung, dan merupakan pekerjaan sebelumnya.
Semua pekerjaan itu ia lakukan demi ke tiga anaknya yang masing-masing duduk di kelas 11 SMA, kelas 7 SMP dan satu orang sudah tamat dan belum bekerja, sedangkan istri mengurus rumah tangga.
Pengemudi yang berbasecame di Naga Tambun ini berharap agar semua pengemudi ojek pangkalan bergabung dengan online dan bisa maju bersama dan teknologi semakin memudahkan untuk ia dan teman-temanya mencari rezeki.
Harga Tiket Primajasa Di Terminal Bekasi
Hari biasa harga tiket bus stabil, tidak ada kenaikan. Yanda seorang penumpang asal Banten mengaku harga tiket masih terbipang wajar. "saya dari Bekasi ke Majalengka harga tiket ekonomi 65.000 kalo harga eksekutif 80.000." tambahnya.
Meski terbilang wajar suatu saat harga tiket akan mengalami kenaikan pada hari-hari tertentu.
"ya kita naiknya dihari hari besar tertentu saja" tambah supir bus bernama Danang.
terlihat dari pantauan, terminal Bekasi selalu dipadati oleh pengunjung untuk naik bus ke berbagai jurusan
Harapan dan Semangat Supir Bus Primajasa.
Danang 54 tahun seorang supir bus Primajasa jurusan Bekasi-Majalengka warga asal Majalengka sudah menjadi supir sejak 1988.
Di usia tuanya ini, Ia berharap bisa sehat menyupir dan dikasi kepercayaan untuk menjadi supir bus di perusahaannya sekarang.
Seharian ia bersama kondekturnya bernama Dadang hanya mampu menyelesaikan satu ride dari Cikijing ke Bekasi dan Bekasi ke Cikijing.
Pria yang mengaku senang karena setiap harinya dapat pulang ke rumah, juga memliki usaha lain yang dikerjakan dengan istrinya berjualan warung kelontong dirumah.
"harapan dalam waktu dekat ini, kalau gak mau bawa mobil bus palingan ya jualan" kata Danang.
Meski trayek ini baru sudah berjalan delapan dan sepi penumpang ia tetap mengambil trayek ini karena dekat sama kampungnya di Majalengka. Sebelumnya ia di Bus ini mengambil trayek Merak- Kampung Rambutan
"trayek ini bisa lewat depan rumah, udah capeklah dikota terus, terlalu banyak macetnya" tambah Danang.
Supir yang bukan perokok ini, jam lima pagi sudah harus menunggu penumpang di terminal Cikijing dengan tujuan Bekasi. Rahasia tetap fitnya dijalan ialah dengan harus mengkonsumsi cemilan atau permen di jalan sewaktu kurang konsentrasi.
Meski yang ia bawa termasuk bus baru dan modern, bus tidak dilengkapi toilet, namun penumpang tidak usah kawatir karena bus akan berhenti 3 kali untuk melakukan pengecekan dan agar penumpang beristirahat.
Ayah dari dua orang yang masing-masing anaknya sudah berkeluarga ini mendapatkan hasil yang tidak menentu sehari-harinya
ia menjelaskan "bersih 200000 sehari kalau lagi sepi. 400000 lah bagi dua sama kondektur, palingan hari jumat, sabtu, minggu bisa diandelin."
Hasil yang mereka dapat ialah sebesar 15 persen dibagi untuk supir dan kondektu dari pendapatan seharian membawa penumpang.
Jatah libur mereka ialah 20 hari kerja, 10 hari libur sekali dalam sebulan.
Walau seharian di jalanan, Supir dan kondektur Primajasa ini tetap rapi berseragam batik merah bermotif dan bertulisan Primajasa.
Sebelumnya dia menjadi supir bus Mayasari jurusan Pulo Gadung- Celilitan kemidian berpindah pindah sampai akrirnya di bus yg ini.
Di usia tuanya ini, Ia berharap bisa sehat menyupir dan dikasi kepercayaan untuk menjadi supir bus di perusahaannya sekarang.
Seharian ia bersama kondekturnya bernama Dadang hanya mampu menyelesaikan satu ride dari Cikijing ke Bekasi dan Bekasi ke Cikijing.
Pria yang mengaku senang karena setiap harinya dapat pulang ke rumah, juga memliki usaha lain yang dikerjakan dengan istrinya berjualan warung kelontong dirumah.
"harapan dalam waktu dekat ini, kalau gak mau bawa mobil bus palingan ya jualan" kata Danang.
Meski trayek ini baru sudah berjalan delapan dan sepi penumpang ia tetap mengambil trayek ini karena dekat sama kampungnya di Majalengka. Sebelumnya ia di Bus ini mengambil trayek Merak- Kampung Rambutan
"trayek ini bisa lewat depan rumah, udah capeklah dikota terus, terlalu banyak macetnya" tambah Danang.
Supir yang bukan perokok ini, jam lima pagi sudah harus menunggu penumpang di terminal Cikijing dengan tujuan Bekasi. Rahasia tetap fitnya dijalan ialah dengan harus mengkonsumsi cemilan atau permen di jalan sewaktu kurang konsentrasi.
Meski yang ia bawa termasuk bus baru dan modern, bus tidak dilengkapi toilet, namun penumpang tidak usah kawatir karena bus akan berhenti 3 kali untuk melakukan pengecekan dan agar penumpang beristirahat.
Ayah dari dua orang yang masing-masing anaknya sudah berkeluarga ini mendapatkan hasil yang tidak menentu sehari-harinya
ia menjelaskan "bersih 200000 sehari kalau lagi sepi. 400000 lah bagi dua sama kondektur, palingan hari jumat, sabtu, minggu bisa diandelin."
Hasil yang mereka dapat ialah sebesar 15 persen dibagi untuk supir dan kondektu dari pendapatan seharian membawa penumpang.
Jatah libur mereka ialah 20 hari kerja, 10 hari libur sekali dalam sebulan.
Walau seharian di jalanan, Supir dan kondektur Primajasa ini tetap rapi berseragam batik merah bermotif dan bertulisan Primajasa.
Sebelumnya dia menjadi supir bus Mayasari jurusan Pulo Gadung- Celilitan kemidian berpindah pindah sampai akrirnya di bus yg ini.
Kakek Naruto Ojek Pangkalan Yang Bertahan
Ialah Naruto, 60 tahun warga Pula Kapal, Jati Mulia, sehari-hari tetap menjadi pengendara ojek pangkalan yang rajin di pangkalan ojek stasiun Bekasi Timur, demi mencukupi kebutuhan walau sudah banyak ojek yang menjadi online.
Di usia yg terbilang sudah tidak muda lagi ia selalu berharap agar mendapat anteran dekat dan bayarannya gede. dan berharap di stasiun selalu diberikan terus izin ngojek di kawawan Stasiun Bekasi Timur ini"
Naruto menambahkan "sekarang penumpangnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, penumpang kami cuma orang-orang yang hpnya eror arau orang tua tua yg gak pakai aplikasi"
Meskipun ada aplikasi untuk ojek online dia dan 10 temannya masi tetap bertahan pada ojek pangkalan. Sudah 2 tahun ia mangkal di stasiun, sebelumnya ia mangkal di pangkalan Pula Kapal, Jati Mulia dekat rumahnya.
"Paling jauh antaran dari stasiun sini ke terminal Pulo Gebang dengan ongkos 50.000" tambahnya.
Istrinya merupakan pembuat aneka pesanan kue di rumahnya, dan ketiga anaknya sudah lepas tanggunangan, meski anaknya sudah sukses dia terus ngojek untuk mengisi waktu luang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Terdapat 10 orang pengemudi ojek pangkalan yang mangkal di Stasiun Bekasi Timur, mereka terdiri dari orang-orang tua yang rata-rata berumur 60 tahun, ada juga yang berumur 35 tahun.
Di usia yg terbilang sudah tidak muda lagi ia selalu berharap agar mendapat anteran dekat dan bayarannya gede. dan berharap di stasiun selalu diberikan terus izin ngojek di kawawan Stasiun Bekasi Timur ini"
Naruto menambahkan "sekarang penumpangnya susah, sudah mulai ramai pengendara ojek online, sudah semakin banyak saingan, penumpang kami cuma orang-orang yang hpnya eror arau orang tua tua yg gak pakai aplikasi"
Meskipun ada aplikasi untuk ojek online dia dan 10 temannya masi tetap bertahan pada ojek pangkalan. Sudah 2 tahun ia mangkal di stasiun, sebelumnya ia mangkal di pangkalan Pula Kapal, Jati Mulia dekat rumahnya.
"Paling jauh antaran dari stasiun sini ke terminal Pulo Gebang dengan ongkos 50.000" tambahnya.
Istrinya merupakan pembuat aneka pesanan kue di rumahnya, dan ketiga anaknya sudah lepas tanggunangan, meski anaknya sudah sukses dia terus ngojek untuk mengisi waktu luang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Terdapat 10 orang pengemudi ojek pangkalan yang mangkal di Stasiun Bekasi Timur, mereka terdiri dari orang-orang tua yang rata-rata berumur 60 tahun, ada juga yang berumur 35 tahun.
Subscribe to:
Posts (Atom)